Permasalahan Tahi Lalat Pada Anak

Permasalahan Tahi Lalat Pada Anak

Tahi lalat terbentuk ketika sel-sel melanosit tumbuh secara berkelompok dan tidak menyebar ke seluruh kulit seperti biasanya. Sel melanosit sendiri berfungsi sebagai produsen pigmen yang mewarnai kulit kita secara alami.

Tahi lalat, atau yang dalam nama ilmiahnya disebut melanocytic naevi, memiliki rupa yang bervariasi, baik dari segi warna maupun bentuknya. Ada yang kasar atau halus, bulat atau oval, dan menonjol atau pipih. Beberapa permukaan tahi lalat bahkan ada yang ditumbuhi bulu. Warna tahi lalat dapat menjadi lebih gelap jika terpapar sinar matahari, selama usia remaja, dan selama masa kehamilan pada wanita.

Ada tiga jenis tahi lalat yang paling umum tumbuh. Pertama adalah compound melanocytic naevi. Tahi lalat jenis ini memiliki warna cokelat muda, tumbuh menonjol ke atas permukaan kulit, dan terkadang ditumbuhi bulu. Kedua adalah dermal melanocytic naevy. Tahi lalat ini juga memiliki permukaan menonjol keluar yang terkadang ditumbuhi rambut, namun warna tahi lalat ini pucat. Dan tahi lalat jenis ketiga adalah junctional melanocytic naevi. Tahi lalat ini memiliki warna cokelat dengan bentuk pipih dan bulat.

Faktor Resiko

  • Orang-orang yang berkulit agak terang lebih banyak memiliki tahi lalat daripada yang berkulit lebih gelap. Sebagian besar tahi lalat mulai tumbuh selama 30 tahun masa awal kehidupan seseorang, meski ada beberapa lainnya yang sudah ada sejak dilahirkan.
  • Jika Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki banyak tahi lalat atau memiliki tahi lalat dengan ciri-ciri tertentu, maka Anda pun berisiko mengalami hal yang sama. Selain itu, Anda juga dapat lebih mudah memiliki tahi lalat jika tinggal di daerah yang beriklim panas.
  • Jumlah atau bentuk tahi lalat di tubuh kita juga dapat berubah. Misalnya saat remaja, jumlah tahi lalat akan cenderung bertambah. Pada wanita hamil, warna tahi lalat biasanya akan menjadi agak gelap. Tahi lalat dapat menghilang saat berusia 40 tahun ke atas.

Dampak

  • Sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya. Meski begitu, terkadang tahi lalat yang tumbuh dapat mengganggu penampilan dan membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Selain itu, tahi lalat juga dapat mengganggu keleluasaan, misalnya ketika bercukur. Satu-satunya cara untuk mengatasi tahi lalat yang mengganggu adalah dengan pembedahan kecil.
  • Meski sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya, ada beberapa tahi lalat yang berbahaya atau menandakan kondisi yang serius. Tahi lalat dapat berubah menjadi kanker kulit yang disebut melanoma. Kanker ini tergolong sangat berbahaya karena potensi perkembangan dan penyebarannya yang agresif jika tidak ditangani pada tahap awal.
  • Secara tampilan fisik, tahi lalat melanoma berbeda dengan yang normal. Tahi lalat melanoma memiliki tepi yang kasar dan tidak rata, bentuk yang tidak simetris, terdiri dari campuran dua atau tiga warna, serta memiliki diameter yang besar, yaitu lebih dari enam milimeter.  Tahi lalat ini juga terasa gatal dan kadang-kadang mengeluarkan darah.

Penyebab 

Penyebab seseorang terkena kanker melanoma sangat terkait dengan faktor risiko yang ada pada dirinya, seperti:

  • Memiliki tahi lalat biasa lebih dari 50 buah.
  • Memiliki tahi lalat jenis dyplastic nevus. Tahi lalat ini lebarnya lebih dari 5 milimeter dengan tepian yang tidak merata, serta tekstur warna yang terlihat memudar di kulit sekitarnya.
  • Sering terpapar sinar matahari.Radiasi ultraviolet (UV) merusak jaringan kulit sehingga meningkatkan risiko terkena kanker kulit.
  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit melanoma.
  • Sering mengonsumsi obat-obatan, seperti antidepresan, antibiotik, dan obat hormonal. Obat-obatan jenis ini dapat menurunkan kinerja sistem kekebalan tubuh dan membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Penanganan

Jika ditangani secepatnya pada tahap awal,  melanoma dapat sembuh dan tidak kembali lagi. Penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Operasi atau pembedahan. Metode ini bisa diterapkan pada kasus melanoma yang baru memasuki stadium 1 hingga sudah memasuki stadium 4. Pada stadium 1, 2, dan 3, operasi biasanya bertujuan untuk mengangkat sel-sel melanoma, sebagian kulit di sekitarnya, dan bahkan kelenjar getah bening terdekat jika melanoma sudah menyebar. Sedangkan pada melanoma stadium 4, operasi bisa dilakukan untuk mengangkat sel-sel melanoma yang tumbuh jauh dari asal sel-sel melanoma yang pertama kali tumbuh.
  • Kemoterapi. Metode ini dilakukan untuk menangani melanoma yang sudah menjalar ke bagian tubuh lainnya. Proses kemoterapi umumnya dilakukan dengan pemberian obat-obatan antikanker, seperti dacarbazine dan temozolomide. Pada kanker melanoma yang sudah memasuki stadium tinggi, kemoterapi dapat mengurangi rasa sakit dan gejala yang ada.
  • Imunoterapi. Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan obat-obatan, seperti interferon-alfa dan imterleukin-2 ke dalam pembuluh darah, ke bawah permukaan kulit, atau langsung ke dalam gumpalan melanoma, dengan tujuan mendorong sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker tersebut.
  • Radioterapi. Metode ini bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan radiasi terkendali. Radioterapi direkomendasikan setelah operasi pengangkatan kelenjar getah bening dan berguna untuk meringankan gejala melanoma stadium tinggi.

Kondisi kesehatan pasien akan berdampak kepada pilihan pengobatan kanker melanoma. Cari tahu informasi lebih lengkap mengenai pengobatan kanker melanoma.

Pencegahan

  • Mencegah lebih murah daripada mengobati. Apabila Anda memiliki banyak tahi lalat, hindarilah terpapar oleh sinar matahari secara berlebihan. Waspadai sinar matahari antara pukul 11.00 hingga 15.00. Jika perlu untuk keluar rumah, bawalah payung untuk melindungi diri dan selalu kenakan krim tabir surya.
  • Jika merasa khawatir dengan tahi lalat yang baru muncul atau melihat adanya perubahan pada kondisi tahi lalat lama, misalnya warna dan tepiannya yang tidak merata, ukurannya makin membesar, atau gatal, segera temui dokter untuk mengantisipasi risiko yang lebih serius.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s